Sedikit Tentang Decotourism

Detusoko Integrated Eco Village merupakan proyek sosial yang diinisiasi oleh alumni Indonesia dari program YSEALI E-Community Generation Workshop yang dilaksanakan di Hanoi, Vietnam ( 1-4 Agustus 2017 ). Program ini berisi kegiatan pemberdayaan petani di Desa Ende, Detosoko. Tujuan dari proyek ini adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi, peningkatan utilisasi pariwisata dan kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar dengan menonjolkan potensi agrikultur dan pariwisata. Detusoko sendiri adalah dataran permukiman yang dihuni oleh sekitar 13,000 jiwa. Lembah yang subur dibaluti oleh keindahan alam nan hijau ini terletak hanya 33 km dari Kota Ende. Detusoko letaknya sangat strategis hanya ditempuh 45 menit dari Bandara Hj. Hassan Aroeboesman Ende, berada tepat di jalur jalan utama Trans Flores dan menjadikannya sebagai segitiga emas untuk akses menuju wilayah utara Kabupaten Ende dan menjadi jalur utama transportasi darat dari Ende ke area Flores bagian timur lainnya. Lembah yang subur nan sejuk ini berada pada ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Detusoko sungguh memberikan pesona alam yang memanjakan mata dan menggugah selera. Topografi yang unik dipandang, keindahan terasering areal persawahan, dipagari oleh perbukitan hijau dan diatasnya dilaburi berbagai tanaman pertanian menjadi daya pikat tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung ke Detusoko, atau sejenak menuju atau dari Danau Kelimutu. 95% penduduk adalah petani, tak heran lembah yang subur ini diselimuti oleh berbagai tanaman komoditi seperti padi, ubi kayu, jagung, kacang kacangan, pisang, sayur-sayuran dan tanaman komoditi seperti kopi, cengkeh, vanili, kakao dan kemiri. Detusoko secara etimologis terdiri atas 2 suku kata. Dalam Bahasa Lokal Lio "Detu" dan "Soko". Detu berarti dataran dan Soko yakni sejenis kingres atau tumbuhan untuk makanan ternak. Dalam tuturan tradisi kebudayaan lokal suku Lio disebut sebagai “alo keta bhoa ngga, angi ra’i wasi uja se’a wesa” artinya Detusoko adalah tanah yang damai nusa yang subur, ketika angin meniup akan membias, dikala hujan datang akan berserak. Detusoko adalah wilayah persekutuan yang dimiliki oleh masyarkat adat tanpa dibuka oleh pertumpahan darah, Detusoko bukanlah tanah peperangan seperti wilayah persekutuan suku Lio lainnya. Detusoko sungguh menjadi daerah yang damai, di atasnya hidup aneka jenis tumbuhan dan berlangsung komunikasi sosial para penghuninya yang masih sangat kental dengan nuansa kegotongroyongan dan ritual adat. Desa Detusoko Barat didiami oleh suku Lio seperti pada masyarakat di Kecamatan Detusoko pada umumnya. Terdapat 3 klan besar yang mendiami tanah persekutuan adat ini yakni klan Soro Woo Leda Uja, klan Remba Gega dan klan Kopo Mite Kasa Nggalo.

Visi

Membantu petani lokal dan pemuda untuk membangun kesadaran pariwista dan memahami industri di bidang tersebut.

Misi

Memberdayakan komunitas pemuda/ karang taruna/ kompepar dalam memasarkan produk dan potensi wisatanya. Di antaranya dengan membuat paket wisata dan strategi pemasaran online