Image
17 02

30 Kaula Muda Flores Belajar Wirausaha

Nando Watu

        Remaja dan Kaula Muda yang merupakan kelompok dampingan KLPAMF-Mitra Child Fund dari 3 kabupaten se Flores belajar wirausaha Berbasis Desa di Desa Detusoko Barat selama 3 hari, 14-16 Februari 2020.

    Nando Watu selaku fasilitator kegiatan pelatihan Kewirausahaan menyampaikan Apresiasi kepada KLPAMF Mitra Child Fund Indonesia karena sudah membuka ruang bagi anak-anak muda dari berbagai desa se Flores belajar wirausaha di Detusoko. "Saya sangat apresiasi dengan Mitra Child Fund karena memberikan ruang dan kesempatan bagi 30an anak muda untuk belajar di desa kami". Dalam pelatihan kewirausahaan ini anak-anak muda dari berbagai daerah belajar langsung bagaimana kami anak-anak muda di Detusoko melakukan kegiatan Kewirausahaan. Dalam pelatihan ini saya bersama teman-teman RMC Detusoko yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa melalui Bumdes Au Wula mensheringkan pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta tentang usaha-usaha yang sudah dilakukan. 


     Para peserta diajarkan mulai dari pemahaman tentang potensi diri, potensi lingkungan atau daerahnya, peluang dan tantangan berwirausaha di desa, membangun ide bisnis berdasarkan potensi yang ada di desa, menganalisa stakeholder, pemahaman tentang siapa yang menjadi sasaran dari produk, strategi marketing hingga membuat produk atau jasa hingga menjadi satu unit usaha.

Nando yang juga sebagai Kepala Desa Detusoko Barat menambahkan ada beberapa tujuan dari pelatihan kewirauhsaan, mengajak anak-anak muda untuk mencintai desa dan kembali ke kampung, melihat potensi dan skill yang dimiliki peserta dan diintegrasikan dengan potensi wilayah yang mereka miliki. Selain itu pelatihan ini untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep membangun ide bisnis berbasis potensi yang ada di desa, mengenal lebih dalam terkait masalah, tantangan dan peluang dalam membangun usaha berbasis potensi lokal yang searah dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Peserta mampu merencanakan dan mendesign serta melaksanakan Model Bisnis Usaha sesuai minat dan motivasi untuk membangun aneka potensi berbasis potensi desa, mengenal lebih dalam terkait manfaat dan pentingnya branding sebuah produk dan bagamana teknik marketing strategi sebuah produk berbasis desa, memperoleh pengetauan dan pemahaman terkait teknik membangun jejaringan dan partner dengan berbagai pihak untuk mendukung usaha bersama serta memperoleh gambaran terkait tahapan dan proses serta perhitungan harga dalam pembuatan satu jenis produk.


     Nando yang merupakan co-foundrr RMC Detusoko menyampaikan bahwa pelatihan Kewirausahaan di Detusoko sudah banyak dilakukan, 2 tahun berturur-turut kami memberikan aneka pelatihan kepada anak-anak muda dari berbagai daerah seluruh Floores. Kami pernah memberikan pelatihan di Manggarai Untuk 60-an anak-anak desa dampingan Wahana Visi Indonesia, di Kabupaten Nagekeo kami memberikan pelatihan untuk 5 desa dampingan Plan Indonesia, di Kabupaten Ende melatih lebih dari 100 anak muda dampingan Ricolto Veco baik dari utusan desa maupun mahasiswa dari 3 universitas di Kabupaten Ende, seperti Universitas Flores (UNFLOR), Sekolah Tinggi Atma Reksa (STIPAT Ende) serta Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM).

Heriawan, Koordinator Program Youth KLPAMF Area Flores dalam sesi kegiatan menyampaikan bahwa Mitra Child Fund sangat bersyukur dan senang karena para peserta bisa berproses selama tiga hari  pelatihan dan sesuai dengan harapan dan output yang kita inginkan.

        Ada beberapa hal yang bisa peserta peroleh selama pelatihan kewirausahaan di Detusoko, pertama peserta yang berbeda-beda karakter, potensi dan pengetahuan bisa melakukan perencana bisnis mereka sesui dengan potensi yang mereka miliki. Kedua, dalam pelatihan tidak hanya mendapatkan materi dari fasilitator tetapi juga selama 3 hari mereka berinteraksi sosial secara langsung dengan warga masyarakat, karena mereka menginap di rumah-rumah penduduk. Peserta yang merupakan kaula muda bisa belajar aktif dengan masyarakat.  Ketiga para peserta bisa merasakan secara langsung bagaimana komunitas anaka muda Detusoko melalui RMC Detusoko berproses membangun bisnis, bisa merasakan, milihat dan mengalami langsung bagaimana menjalankan bisnis di desa. Keempat, peserta bisa membuat dan menyaksikan langsung bagaimana membuat produk, standarisasi sebuah produk. Semua ini yang dipejari sesuai dengan output yang kami inginkan, tambah Heri. Heriawan melanjutkan dengan 30 peserta pelatihan yang mengikuti kegiatan kita berharap mereka bisa menjadi aktor perubahan di desa melalui usaha-usaha yang akan  mereka jalankan.


         Salah satu peserta pelatihan, Waldetrudis Pingga asal Desa Jegharangga menuturkan rasa senang dan bangga karena sudah memiliki konsep bisnis. Saya merasa sangat senang karena dalam pelatihan ini saya belajar banyak hal terkait bagaimana membangun bisnis, dan kami rencana usaha untuk ternak babi, dan akan ada aneka produk olahan berbahan dasar Babi, jelas Tris. Senada dengan Tris, Petrus Irwanto Key, saya merasa senang bisa belajar di Detusoko, bisa merasakan secara langsung dengan warga anak-anak muda, kami betah kegiatan di sini, dan menarik karena kami bisa belajar bisnis bagaimana membangun bisnis melalui bengkel dan menemukan keunggulan dan keunikan dari usaha kami.


Pelatihan kewirausahaan bagi Kaula Muda dan remaja ini pada umumnya adalah tamatan SMA dan putus Sekolah, berkisar umur 16-30 tahun yang berasal dari utusan desa dari 3 Kabupaten se-Flores.  Remaja dan Kaula dari Kabupaten Ende utusan dari Desa Jegharangga, Desa Manulondo, Kelurahan Lekeboko, Ria Raja. Utusan Kabupeten Sikka Desa Waerterang, Waibleler, Wolomapa perwakilan dari Kabupaten Flores Timur yakni Desa Aibura, Nayubaya, Kimakamuk, Pogon dan Desa Solor Liwohedo (NW)

    


User Comments